Kadang-kadang, saat membuat suatu program atau script, kita sering membutuhkan ‘penamaan’ yang dipanggil berulang kali. ‘Penamaan’ ini biasanya berupa sekumpulan karakter maupun kalimat yang disebut variable (variable).
Definisi Variabel
Ketikkan skrip berikut, beri nama contoh-2.sh. Lalu coba eksekusi:
#!/bin/bash VAR="nama saya Denny" echo $VAR
Hasilnya:
$ ./contoh-2.sh nama saya Denny $
Variabel bisa juga berupa nama file atau direktori. ketikkan contoh-3.sh berikut, dan eksekusi:
#!/bin/bash VAR="/tmp/" ls -l $VAR
Hasilnya:
$ ./contoh-3.sh total 3 drwxrwxrwt 2 root root 40 Aug 3 17:10 .ICE-unix drwxrwxrwt 2 root root 40 Aug 3 17:10 .X11-unix -rw-r--r-- 1 root root 146254 Oct 27 15:06 .tmpfile $
Cobalah kombinasi berikut, simpan dengan nama contoh-4.sh:
#!/bin/bash VAR="/tmp" PWD="`pwd`" echo "Saya berada di direktori $PWD" echo "Skrip berikut akan menampilkan isi direktori $VAR"
Hasilnya:
$ ./contoh-4.sh Saya berada di direktori /home/denny Skrip berikut akan menampilkan isi direktori /tmp total 3 drwxrwxrwt 2 root root 40 Aug 3 17:10 .ICE-unix drwxrwxrwt 2 root root 40 Aug 3 17:10 .X11-unix -rw-r--r-- 1 root root 146254 Oct 27 15:06 .tmpfile $
Penjelasan:
perhatikan baris PWD=”`pwd`” pada contoh-4.sh,
tanda kutip terbalik (di keyboard ada di atas tanda tab, satu tombol dengan karakter ~)
PWD=”`pwd`” <– eksekusi command pwd dan simpan hasilnya ke dalam variabel PWD.
Selamat mencoba
tokoFK.com